Portal Intranet Arfadia | News | Portal Intranet Arfadia

News

Pre-Order iPhone 6 dan iPhone 6 Plus di Cina Tembus Angka 2 Juta Unit Hanya Dalam Waktu 6 Jam

23 Jun 2014, 14:37  Oleh Angela BT Cocoa

Rabu, 1 Oktober 2014

 

Walaupun Apple baru mulai menjual iPhone 6 dan iPhone 6 Plus di Cina dengan sistem pre-order secara langsung dari konsumen pada tanggal 10 Oktober mendatang, para peminat kedua ponsel ini sudah dapat melakukan pre-order lewat beberapa operator lokal disana. China Mobile, China Unicom dan China Telecom adalah ketiga operator yang pada saat ini telah menerima pre-order iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. Menariknya, walaupun baru dapat dipesan secara sistem pre-order lewat operator, flagship terbaru dari Apple ini sudah mampu mengguncang pasar ponsel pintar di negara tirai bambu itu. Berdasarkan kabar terbaru yang beredar, ketiga operator tersebut berhasil mencatatkan angka pre-order sebanyak 2 juta unit. Yang lebih mengejutkan lagi, angka 2 juta unit ini berhasil didapatkan hanya dalam waktu 6 jam saja. Namun angka fantastis ini terhitung masih ''kecil'' jika dibandingkan dengan angka pengguna ponsel di Cina yang mencapai sekitar 1,2 miliar orang.

Menurut Bayu, hal penting untuk dilakukan saat ini adalah meningkatkan produksi kakao di dalam negeri. Produksi dalam negeri yang tinggi, kata Bayu, diharapkan dapat mencukupi kebutuhan industri pengolahan dan otomatis menekan impor biji kakao. "Yang paling penting adalah peningkatan produksi di dalam negeri. Pembebasan bea masuk itu lebih kedua," ujarnya. (Baca:Mentan Setuju Pangkas Bea Masuk Bijih Kakao)

Bagaimana pun, kata Bayu, setelah produksi ditingkatkan pun impor masih akan tetap diperlukan. Sebab, kakao dari luar negeri masih dibutuhkan sebagai campuran untuk menghasilkan tekstur, rasa, dan aroma yang tepat. "Impor masih diperlukan, tapi sebisa mungkin itu sebagai campuran saja, bukan basisnya," kata Bayu. (Baca:Produksi Kakao Nasional Terus Turun)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) selama tahun 2013, produksi biji kakao Indonesia sebesar 600 ribu ton. Dari jumlah itu, Indonesia masih rutin mengekspor kakao dalam bentuk biji ataupun olahan setengah jadi. Pada 2013, Indonesia mengekspor 188 ribu ton biji kakao, 82 ribu ton cocoa butter, dan 42 ribu ton cocoa paste. (Baca: Bea-Masuk-Kakao-Diusulkan-Nol-Persen)

Wacana penghapusan bea masuk kakao telah berggulir sejak dua bulan lalu. Saat itu, pada awal April 2014, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengusulkan penghapusan bea masuk impor biji kakao dari sebelumnya sebesar 5 persen. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan di dalam negeri. (Baca:Kakao Indonesia Tak Beraroma Cokelat)


sumber : https://id.berita.yahoo.com/pre-order-iphone-6-dan-iphone-6-plus-064512312.html