Portal Intranet Arfadia | News | Portal Intranet Arfadia

News

Piter Jasman

08 Nov 2013, 10:19  Oleh Admin BT Cocoa

Piter Jasman_1.jpg

Sejak kecil Piter Jasman sudah membantu usaha orang tua. Pada usia 20 tahun ia dipercaya untuk menjalankan usaha yang dimulai dari nol yakni mengurus sendiri pembelian tanah, pengurusan ijin, pembangunan pabrik, pemasangan mesin serta pemasaran.


Pada tahun 1983, Piter Jasman membangun pabrik cokelat yang mengolah mulai dari biji kakao hingga menjadi produk cokelat batangan dengan merek “Unyil & Usro”. Di tahun 1993, Piter Jasman mendirikan PT Bumitangerang Mesindotama yang awalnya adalah perusahaan kontraktor. Perusahaan ini mengalami sukses besar sebelum dihantam krisis moneter pada tahun 1998. Namun Piter Jasman tidak tinggal diam, demi nasib para karyawan dan keluarganya, ia berusaha menyelamatkan karyawan dengan menekuni beragam usaha lain, diantaranya adalah industri tabung gas, properti, dan peternakan ayam. Seluruh badai dan ombak dialami Piter Jasman dalam menekuni usaha, hal tersebut membuat ia semakin kuat, pantang mundur, handal dan piawai dalam memajukan seluruh usahanya.


BT COCOA

Berkembangnya PT Bumitangerang Mesindotama (BT COCOA) hingga kini dimulai ketika Piter Jasman sebelumnya membuka usaha kontraktor bernama PT Bumitangerang Mesindotama yang kemudian beralih ke industri kakao. Industri ini bukanlah hal asing bagi Piter Jasman karena ia pernah dua kali terlibat dalam industri kakao sebelumnya.


Di tahun 2000, BT COCOA sudah mencapai kapasitas produksi 10.000 ton per tahun. Pada tahun 2003 adalah saat dimana Piter Jasman melakukan pengembangan yang signifikan terhadap bisnisnya yaitu dengan melakukan pergantian mesin pengolahan kakao yang digunakan dari mesin lokal ke mesin impor yang canggih dan berkualitas tinggi dan memperluas pangsa pasar produk kakao olahan BT COCOA baik di pasar lokal maupun internasional.


Selain terus menerus melakukan pengembangan BT COCOA, peran Piter Jasman juga sangat besar dalam pengembangan industri kakao di Indonesia antara lain adalah penghapusan PPN 10% atas pembelian biji kakao di dalam negeri; penghapusan tarif bea masuk import atas produk kakao olahan Indonesia di China; memperjuangkan diberlakukannya bea keluar atas ekspor biji kakao di Indonesia sehingga dapat menumbuh kembangkan industri kakao di dalam negeri dan sebagai salah satu pendiri Dewan Kakao Indonesia yang merupakan wadah bagi para pelaku usaha kakao dan cokelat di Indonesia untuk bersama-sama memajukan industri perkakaoan nasional.


Piter Jasman melakukan beberapa langkah strategis untuk membawa BT COCOA menjadi perusahaan “World Class Cocoa Processing” dengan didukung oleh mesin paling modern dan berteknologi tinggi dari jenisnya, peningkatan kualitas standarisasi penanganan manajemen resiko serta perbaikan sistem kontrol.

 

BT COCOA percaya bahwa karyawan adalah salah satu bentuk aset yang harus dikelola. Sumber daya ini terus menerus dibina untuk mendapatkan para profesional yang bertanggung jawab dan mempunyai performa tinggi.


Bagi Piter Jasman yang merupakan seorang ayah dengan 3 (tiga) anak-anaknya yang turut berusaha untuk terus mengembangkan BT COCOA, “Sukses adalah seberapa besar kita mampu mengembangkan usaha, bukan seberapa banyak usaha yang mampu kita miliki”.


Sisi Lain

Waktu luang Piter Jasman diisi dengan berolahraga jalan pagi dan renang. Kegemaran akan olahraga ini menurut Piter Jasman dari sisi kesehatan dapat membuat jantung lebih sehat, mengurangi resiko diabetes, memperbaiki kadar kolesterol dan juga membuat relax serta meningkatkan semangat.


Selain gemar berolahraga tersebut, Piter Jasman juga menggemari wisata kuliner terutama makanan khas Indonesia.


Dengan kegemarannya tersebut, Piter Jasman  memilih untuk berlibur di Bali bersama keluarga agar dapat menikmati indahnya alam Indonesia, menikmati beragam kulinernya serta tidak lupa juga untuk berenang di pantainya yang indah.

 Latest Employee Spotlight

  • ...

 Arsip